Puisi Sajadah Dan Kening

“SAJADAH DAN KENING”

SAJADAH

5 Waktu sehari semalam
Kening itu menyentuhku
Sampai panas rasa mukaku
Sholat? Itu kata yang punya kening

Tapi rasaku
Sekali lagi ini hanya rasaku
Itu hanya sujud kosong
Hampa, tanpa makna
Meski lima waktu selalu menciumku
Namun sepertinya kening itu tak benar-benar mencintaiku

Kenapa?
Karena kata angin, kata lirik mata yang punya Kening juga, kata ujung hidungnya,
Bahkan kata hembus nafasnya yang menghantamku

Dia hanya sholat badannya
Hatinya tidak disini
Melanglang buana memikirkan dunia
Mamikirkan cara usaha, penuhi perut Besarnya, tunaikan niat jahatnya,
Korupsi waktu, cara, harta, dan bahkan korupsi cinta
Entahlah…

KENING

Rasanya panas
Berulangkali menghantam kain berbulu ini
Meski pelan tapi tetap perih
Perih karena hanya kulitku saja yang Menyentuh kain itu
Tidak hati si punya aku

Tidak…
Angannya melanglang
Jiwanya seperti tidak disini
Tapi ditumpukan uang disana
Dideret angka pada kalkulator dan monitor
Pada gunungan rencana memiliki di dunia

Tidak…
Dia tidak sungguh-sungguh
Hati itu tidak sungguh-sungguh
Atau bilang saja menurut bahasa si punya hati
dia tidak Khusyuk…

Baca juga: Puisi Secangkir Kopi

katapuisi
Latest posts by katapuisi (see all)
Default image
katapuisi

One comment

  1. […] Baca juga: Puisi Sajadah Dan Kening […]

Leave a Reply